SAMPOT DIANTO: JANGAN MENGHAKIMI ORANG TERKENA CORONA, SEBELUM ADA HASIL RESMINYA


TANGGAMUS - Pendapat yang salah tentang Rapid Test dengan hasil Non Reaktif dan Reaktif dapat berakibat buruk terhadap kehidupan bermasyarat orang dimaksud (Sabtu, 06/06/2020).

Oleh : Sampot Dianto.

Rapid Test itu bukanlah positif atau negatif terjangkit virus corona, akan tetapi Reaktif dan Non Reaktif. Yang dalam pengertiannya, apabila hasil Rapid Test itu menunjukkan Reaktif artinya tubuhnya mempunyai antibody terhadap semua virus, yang bukan hanya virus corona saja, dan apabila hasil Rapid Test itu menunjukkan Non Reaktif, artinya tubuh kita tidak mempunyai antibody terhadap virus tersebut.

Warga masyarakat sering menjustifikasi seseorang jika sudah melakukan Rapid Test dengan hasil Reaktif. Padahal belum tentu orang itu terjangkit virus Corona, karena harus melakukan Test Swab PCR terlebih dahulu, setelah itu menunggu  hasilnya dari Laboratorium setempat baru dapat disimpulkan.

Jadi jangan pernah kita mengatakan seseorang itu positif atau negatif virus corona sebelum ada hasil resmi dari Laboratorium setempat yang diumumkan oleh pihak yang terkait, karena dampak dari pendapat yang salah dapat mengakibatkan sisi negatif bagi diri orang tersebut, keluarganya, tetangganya, Pekonnya (Desanya), serta lingkungannya.

" Apabila Allah menakdirkan orang tersebut meninggal dunia, jenazahnya ditolak hanya gara-gara hasil Rapid Testnya Reaktif, padahal belum tentu positif virus corona " katanya.

Bijaklah dalam berpendapat, karena hakekatnya kita ini adalah sama " MAHLUK TUHAN YANG PENUH KEKURANGAN DAN PENUH DOSA"

Diunggah oleh Akun Facebook atas nama Sampot Dianto warga Pekon Sukabandung Kecamatan Talang Padang Sabtu 06/06/2020 pukul pukul 13.30 wib dengan judul FAKTA TENTANG RAPID TEST yang telah disempurnakan dan disetujui. (Amr)

1 Response to "SAMPOT DIANTO: JANGAN MENGHAKIMI ORANG TERKENA CORONA, SEBELUM ADA HASIL RESMINYA"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel